[RESENSI] TEORI MENERJEMAH BAHASA INGGRIS

Judul                        : TEORI MENERJEMAH BAHASA INGGRIS
Penulis                    : Drs. M. Rudolf Nababan, M.Ed.
Penerbit                  : Pustaka Pelajar
Cetakan                   : III, Mei 2008
Jumlah halaman   : VI+175 halaman
ISBN                         : 979-9289-24-6

 

Kamil (1988), berpendapat bahwa teks ilmiah mudah diterjemahkan karena ilmu pengetahuan mempunyai istilah-istilah sendiri.

Retmono (1988), bahwa dalam menerjemahkan karya-karya ilmiah, penguasaan bahasa sumber tidak menjadi penghalang karena biasanya seseorang yang dianggap ahli dalam bidang tertentu tidak mengalami kesulitan dalam mengalami teks yang akan diterjemahkan.

Untuk membuktikan kelemahan dari kedua pendapat tadi, Nababan (1989) meneliti mutu terjemahan buku Research Methods and Analysis: Searching for Relationship karya Michael H. Walizer dan Paul L. Wienir. Buku ini telah diterjemahkan kedalam bahasa Indoneisa oleh dua orang pakar. Kajian terhadap teks terjemahannya menunjukkan adanya kesalahan-kesalahan yang fatal baik dari segi pengalihan pesan maupun dari segi pengungkapannya dalam bahasa Indonesia.

PEMBAHASAN

Bab 1

Pada bab ini merupakan pendahuluan yang isinya mengenai tentang usaha penerjemahan buku-buku ilmu pengetahuan dan teknologi di Indonesia semakin diperlukan. Dijelaskan pula tentang penyebab perlunya usaha penerjemahan dalam kedua bidang tersebut. Disajikan beberapa contoh penerjemahan yang benar dan yang salah.

Bab 2

Penerjemahan sebagai Seni, Keterampilan, dan Ilmu? Bahasan dari bab ini yaitu bagaimana para ahli mentafsirkan penerjemahan itu sebagai seni, keterampilan, ataukah ilmu? Sebenarnya pertanyaan semacam itu yang keliru karena pertanyaan tersebut secara tidak langsung telah memaksa kita untuk memilih salah satu jawaban. Padahal kita tidak mungkin hanya menyatakan bahwa penerjemah hanya sebagai sebuah seni karena dalam kegiatan menerjemahkan dibutuhkan suatu keterampilan dan membutuhkan teori yang melandaskan pada ilmu.

Bab 3

Teori penerjemahan sebagai pedoman umum dalam melakukan kegiatan menerjemahkan. Oleh karena itu, keterampilan dan kejeliannya dalam menerapkan teori penerjemahan akan menentukan keberhasilan terjemahannya. Jadi, untuk dapat menghasilkan terjemahan yang baik maka kita harus dapat memahami definisi atau pengertian penerjemahan sebagai salah satu konsep umum teori penerjemahan.

Bab 4

Definisi penerjemahan menurut beberapa para ahli. Tetapi, yang paling penting yaitu kita harus tahu kepada siapa terjemahannya diperuntukkan dan bagaimana tingkat kemampuan khusus para pembaca.

Bab 5

Proses penerjemahan yaitu serangkaian kegiatan secara bertahap yang dilakukan dalam aktivitas menerjemah. Dengan analisis teks bahasa sumber, pengalihan pesan, dan restrukturisasi (penyelarasan)

Bab 6

Jenis-jenis penerjemahan dijelaskan faktor-faktor yang membuat diterapkannya berbagai jenis penerjemahan. Seperti penerjemahan kata demi kata, penerjemahan bebas, penerjemahan harfiah, penerjemahan dinamik, penerjemahan pragmatik, penerjemahan estetik-puitik, penerjemahan etnografik, penerjemahan linguistik, penerjemahan komunikatif dan semantik, penerjemahan komunikatif, dan penerjemahan semantik.

Bab 7

Masalah makna dalam penerjemahan merupakan bagian yang tak terpisahkan. Seorang penerjemah tidak hanya memerhatikan hal-hal terkait makna yang diterjemahkan melainkan sampai pesan atau amanat. Seperti makna leksikal, makna gramatikal, makna kontekstual atau situasional, makna tekstual, dan makna sosio-kultural.

Bab 8

Disini dijabarkan beberapa makna amanat dari beberapa ahli.

Bab 9

Kesulitan-kesulitan yang timbul merupakan akibat dari perbedaan dari sistem dalam setiap bahasa. Selain itu, juga terdapat sistem bahasa sumber dan bahasa sasaran berbeda, kompleksitas semantik dan stilistik, tingkat kemampuan penerjemah berbeda-beda, dan tingkat kualitas teks bahasa sumber.

Bab 10

Masalah keterbacaan teks yang awalnya hanya dikaitkan dengan kegiatan membaca tetapi, kemudian istilah keterbacaan tersebut digunakan pula dalam bidang penerjemahan karena setiap kegiatan menerjemahkan tidak bisa lepas dari kegiatan membaca.

Bab 11

Multiperan penerjemah yang tidak hanya mengalihkan pesan yang terkandung sebagai penerjemah tetapi juga diharapkan berperan sebagai pembaca teks bahasa sumber dan penulis serta pembaca teks bahasa sasaran.

Bab 12

Menilai mutu terjemahan yaitu mengritik karya terjemahan. Diharapkan seorang yang mengritik ini dapat memberi kelebihan dan kelemahan dengan baik serta memberi saran.

Bab 13

Terdapat beberapa faktor yang menentukan keefektivan terjemahan dengan berbagai dimensi.

Bab 14

Masalah padanan para penerjemah yang akan selalu berusaha mengalihkan semua makna atau pesan ke dalam bahasa sasaran yang memiliki padanan kata berbeda-beda.

Bab 15

Dalam bab ini yaitu pengalihbahasaan diceritakan dari jaman dahulu mengenai pengalihbahasaan yang menjadi alat penting dalam berkomunikasi atau perundingan perdamaian dan manfaat pengalihbahasaan bagi Indonesia serta definisi, jenis-jenis, kesulitan, dan situasi.

Bab 16

Dijelaskan ketidakmampuan program komputer penerjemah yang dapat menimbulkan cemoohan dari para penerjemah karya-karya sastra terhadap usaha para pakar komputer.

Bab 17

Pengajaran penerjemahan dan pengalihbahasaan belum dilaksanakan pada perguruan tinggi. Hanya ada satu perguruan tinggi yang menggunakan mata kuliah penerjemahan dan pengalihbahasaan. Dengan beberapa faktor perguruan tinggi lainnya belum melaksanakan program tersebut.

 

Keunggulan

  • Informatif
  • Lengkap
  • Logis
  • Memberikan metode-metode terkait penerjemahan maupun pengajaran penerjemahan

Kelemahan

  • Desain cover kurang menarik
  • Bahasa terlalu berbelit-belit
  • Contoh kalimat bahasa Inggris kurang banyak
  • Terkadang membosankan para pembaca

 

Sekian resensi buku “Teori Menerjemah Bahasa Inggris” dari saya semoga dapat memberi manfaat bagi pembaca. Buku ini dapat diakses di Perpustakaan Pasca Sarjana.

Terima Kasih

 

0 thoughts on “[RESENSI] TEORI MENERJEMAH BAHASA INGGRIS”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

9 + 1 =